Contoh Karya Tulis Bali
KARYA TULIS
"DAYA TARIK PANTAI PURA
TANAH LOT"
DISUSUN OLEH : RISYANTI
12 IPA 1
SMAN 1 KEDUNGWUNI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Indonesia merupakan Negara kepulauan. Salah satunya adalah pulau Bali, setiap
tahunnya ada wisatawan asing maupan domestik yang datang mengunjungi tempat
wisata dan budaya Bali. Bali memiliki banyak objek wisata yang cukup terkenal
seperti Garuda Wisnu Kencana atau sering dikenal dengan nama GWK,pantai
Dreamland, pantai Pura Tanah Lot,Pantai Tanjung Benoa, pantai Seminyak,pantai
Kuta,Pantai Sanur,pasar Sukawati,pantai Lovina,danau Bedugul,pura Uluwatu. Bali
memiliki banyak ketertatikan seperti,keindahan alam yang dimilikinya,
kebudayaannya yang masih terjaga dengan baik,dan banyaknya obyek wisata alam
dan budaya yang membuat banyak orang penasaran untuk mengunjunginya.
Pulau
bali dikelilingi oleh laut,oleh karena itu pantai menjadi sebuah tempat wisata
yang paling banyak terdapat di Bali. Salah satu pantai yang paling terkenal yaitu
Pantai Pura Tanah Lot. Dimana pantai ini memiliki banayak daya tarik bagi
wisatawannya juga banyak akan sejarah dan pemanadangannya yang indah.
Berdasarkan hal tersebut, penulis mencoba untuk mengambil judul dalam karya
tulis ini yaitu “Daya Tarik Pantai Pura Tanah Lot”. Karya tulis ini penulis
susun untuk memenuhi tugas akhir menempuh pendidikan di SMAN 1 KEDUNGWUNI tahun
ajaran 2013/2014.
1. 2 Perumusan
Masalah
Dari latar belakang
diatas, penulis dapat merumuskan :
2. Bagaimana cara menjaga dan
memelihara Pantai Pura Tanah Lot agar wisatawan tetap tertarik untuk
mengunjunginya?
1. 3 Tujuan
Adapun tujuan penulisan
karya tulis ini anatara lain :
1) Mengetahui hal – hal yang
menjadi daya tarik Pantai Pura Tanah Lot.
2) Mengetahui cara menjaga
dan memelihara Pantai Pura Tanah Lot agar wisatawan tetap tertarik untuk
mengujunginya.
1. 4 Pembatasan
Masalah
Dalam penulisan karya
tulis ini penulis memberikan batasan terhadap permasalahan yang ada, yaitu
penulis hanya membahas mengenai Daya Tarik Pantai Pura Tanah Lot,hal ini
dimaksudkan untuk mengobyektifkan permasalahan dan tidak membingungkan pembaca.
1. 5 Metode
Pengumpulan Data
Dalam pemyusunan
karyatulis ini, Penulis menggunakan beberapa metode antara lain:
1) Metode Observasi
Yaitu
metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan
langsung terhadap obyek yangditeliti yaitu Pantai Pura
Tanah Lot.
2) Metode Studi Pustaka
Yaitu
metode yangdilakukan dengan cara mengumpulkan buku-buku yang kaitanya dengan
penyusunan karya tulis ini.
1.6 Waktu
Pelaksanaan Observasi
Hari : Selasa
Tanggal : 16
April 2013
BAB II
GAMBARAN SINGKAT TENTANG PANTAI
PURA TANAH LOT
Bali
berasal dari kata “BALI” dalam bahasa Sansekerta berarti “Kekuatan” dan dari bahasa Bali “BALI” berarti“Pengorbanan” yang
artinya agar kita tidak melupakan kekuatan kita dan selalu siap untuk
berkorban.Pulau Bali sering disebut Pulau Dewata
karena memiliki ciri khas tersendiri yaitu mayoritas penduduknya beragama
Hindu, dan mereka menyembah Dewa sebagai perwujudan Tuhan Yang Maha Esa. Dalam
penyembahan di Bali, sesaji dan upacara khusus menjadi daya tarik untuk para
wisatawan lokal maupun mancanegara.Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan
Sunda Kecil sepanjang 153 km dan lebar 112 km, sekitar 3,2 km dari pulau Jawa.
Secara Astronomi, Bali terletak di 8º 25’ 23’’ LS dan 115º 14’ 55” LT yang
membuatnya beriklim tropis seperti Indonesia yang lainnya.
Luas wilayah Provinsi Bali adalah ± 5.623,86 km atau
0,29% luas wilayah Indonesia. Secara Administrasi Provinsi Bali terbagi atas 9
kabupaten, 55 kecamatan dan 701 desa atau kelurahan. Ibukota Bali adalah
Denpasar. Batas-batas wilayah Bali :
a) Utara : Laut Bali.
b) Selatan : Samudra Indonesia.
c) Barat :
Selat Bali, Provinsi Jawa Timur.
d) Timur : Provinsi Nusa
Tenggara Timur.
Bali juga terkenal dengan
wisata pantainya,salah satu pantai yang banyak dikunjungi oleh wisatawan yaitu
pantai pura tanah lot. Tanah Lot merupakan sebuah batu karang yang berada di
pantai, terletak di Desa Beraban, kecamatan Kediri, Tabanan di barat daya pulau
Bali, sekitar 33 km di sebelah barat kota Denpasar atau berjarak sekitar 11 km
di sebelah selatan kota Tabanan. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari Pura
Sad Kahyangan, yaitu pura-pura yang merupakan sendi-sendi Pulau Bali. Pura
Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut . Diatas
batu karang itu dibangun sebuah pura yang luasnya kurang lebih 3 are. Di
sebelahnya terdapat satu pura lagi yang terletak diatas tebing yang menjorok ke
laut. Berdasarkan asal-usulnya pura ini memiliki arti sebagai "tanah
laut" atau "tanah di laut". Kata Tanah Lot mempunyai makna dari
kata "Tanah" yang diartikan sebagai batu karang yang menyerupai gili
atau pulau kecil, sedangkan kata "Lot atau Lod" mempunyai arti laut.
Sehingga nama Tanah Lot diartikan sebagai pulau kecil yang terapung di tengah
lautan. Di sebelah utara pura Tanah Lot terdapat sebuah pura yang terletak di
atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan pura dengan daratan
dan berbentuk seperti jembatan (melengkung). Tanah Lot terkenal sebagai tempat
yang indah untuk melihat matahari terbenam (sunset), turis-turis biasanya ramai
pada sore hari untuk melihat keindahan sunset itu. Pantai Pura Tanah Lot
terletak di kabupaten Banjar berada di Lintang Selatan 20 49’55”- 30 43’
38” dan Bujur Timur 1140 30 20” – 1150 35’ 37” . batas – batas wilayah Pantai
Pura Tanah Lot:
1) Sebelah
Utara : Kabupaten Tapin
2) Sebelah
Selatan :
Kabupaten Tanah Lot dan Kota Banjar.
3) Sebelah
Timur : Kabupaten Kota Baru.
4) Sebelah
Barat : Kabupaten Barito Kuala dan Kota Banjarmasin.
2.
1 Sejarah Pantai Pura Tanah Lot.
Menurut
legenda, Pura Tanah Lot dibangun oleh seorang Brahmana suci yang bernama
Danghyang Nirartha atau disebut juga Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh atau Danghyang
Dwijendra pada abad ke 16. Beliau datang dari Blambangan, Jawa Timur, ke
Bali untuk menyebarkan dan menguatkan ajaran agama Hindu. Beliau mengadakan
perjalanan suci (dharmayatra) dengan berjalan menyusuri pantai selatan pulau
Bali mulai dari daerah barat sampai ke daerah timur.
Dalam
perjalanan tersebut, akhirnya beliau sampai pada sebuah pantai di daerah
Tabanan, yang tidak jauh dari desa Baraban. Di tempat ini Danghyang Nirartha
membangun pura dan menyebarkan agama Hindu. Pada saat itu penguasa Tanah Lot,
Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai
meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh
Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Beliau menyanggupi dan
sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu
ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura disana.
Di kawasan Pantai Pura
Tanah Lot juga terdapat Ular Suci dan Air Suci. Menurut legenda masyarakat
setempat, Ular Suci berawal dari Saci Dewi yang turun ke bumi hendak berbelanja
di pasar dekat alas kendung (saat ini dekat dengan pura
pakendungan) pada saat itu Saci Dewi dalam keadaan mengandung.
Setelah berbelanja di pasar tiba – tiba beliau merasa perutnya
sakit dan berusaha beristirahat di suatu tempat. Sementara itu ada
seseorang yang bernama Kaki Tua yang memperhatikan beliau dan merasa kasihan
melihat seorang gadis sedang yang kesakitan. Kaki Tua menghampiri
Saci Dewi dan membantunya dengan penuh keprihatinan. Selang beberapa waktu
akhirnya gadis itu melahirkan dua anak buncing. Bayi yang lahir pertama adalah
perempuan dan yang kedua adalah laki- laki yang di beri nama Rare Cili Roro
yang kemudian dititipkan kepada Kaki Tua tersebut. Kemudian di suatu hari
anaknya itu meminta hadiah rumah kepada ibunya dan akhirnya dibangunlah sebuah
pura alas kedung untuk Rare Cili Roro laki dan Pura Tanah Lot untuk Rare Cili
Roro perempuan. Dan Ular Suciyang berada di Tanah Lot berasal dari potongan –
potongan sabuk stagen yang merupakan hadiah dari Saci Dewi untuk Rare Cili Roro
perempuan, ular tersebut bertugas untuk menjaga dan melindungi Rare Cili Roro
perempuan. Sedangkan Air Suci memiliki kedalaman sampai lima meter dengan pemandangan
di sekitarnya yang sungguh luar biasa.Disebut Goa Air Suci karena menurut
masyarakat sekitar goa ini bisa mengalirkan air suci yang berasal dari tengah
laut. Di dalam goa ini terdapat sebuah patung dengan tinggi lebih kurang
setengah meter berwujud Ida Pedanda Danghyang Dwijendra. Sosok ini merupakan
seorang pendeta yang tengah melakukan pemujaan di lokasi ini.
2. 2 Budaya dan
Tradisi masyarakat sekitar Tanah Lot.
Mayoritas
masyarakat bali adalah beragama Hindu. Dalam kehidupan beragama, masyarakat bali
yang beragama Hindu percaya adanya satu tuhan dalam bentuk Trimurti yang Esa
yaitu Brahmana (yang menciptakan), Wisnu (yang melindung dan memelihara), dan
siwa (yang merusak). Selain itu masyarakat bali juga percaya kepada berbagai
Dewa yang lain yang kedudukannya lebih rendah dari Trimurti, seperti dewa Wahyu
(dewa angin), dan Dewa Indra (dewa perang). Agama Hindu di Bali juga
mempercayai adanya roh abadi (Otman), buah dari setiap perbuatan (Karmapala),
kelahiran kembali dari jiwa (Punarbawa) dan kebebasan jiwa (moksa), semua
ajaran-ajaran itu berada di kitab Wedha.
Tempat
untuk melakukan persembahyangan (ibadah) agama Hindu di Bali dinamakan Pura
atau Sangeh. Tempat ibadah ini berupa sekelompok bangunan-bangunan suci yang
sifatnya berbeda-beda. Ada yang bersifat umum seperti Pura desa dan ada yang
sifatnya khusus yaitu Pura keluarga. Di bali terdapat beribu-ribu pura atau
sangeh yang masing-masing pura tersebut mempunyai hari upacara (hari perayaan)
tertentu sesuai denga perayaan leluhur mereka yang telah ditentukan oleh sistem
tanggalanya sendiri-sendiri.
Upacara
tradisional khas Bali yang mempunyai daya tarik bagi wisatawan adalah upacara
Ngaben. Ngaben adalah upacara pembakaran mayat di Bali. Dengan demikian, setiap
orang yang sudah meninggal tidak dikubur melainkan dibakar. Upacara ini
memerlukan biaya yang cukup besar, dan biasanya dilakukan oleh orang-orang yang
mampu saja.Selain upacara Ngaben, ada juga upacara lain seperti upacara
hariraya Nyepi, Ngebak Geni, Hari Raya Kuningan, Hari raya Galungan, dll.
Keseluruhan upacara di
bali dapat di kelompokan sebagai berikut :
1) Manusia Nyadan, yaitu
upacara siklus dari anak-anak sampai dewasa
2) Putra Nyadan, yaitu
upacara untuk roh-roh
3) Dewa Nyadan, yaitu upacara
pembesaran
4) Buta Nyadan, yaitu upacara
yang ditunjukan untuk roh-roh jahat
Masih
banyak tradisi dan budaya yang dimiliki masyarakat sekitar tanah lot seperti
adanya upacara sembahyang umat hindu sekaligus sebagai penanda bahwa pantai
pura tanah lotmentransformasi 3 Dimensi yaitu : Dimensi Naturalisme, Humanisme
dan Teosentrisme.
Dimensi
Naturalisme mengimajinasikan bahwa eksotisme pantai pura tanah lot adalah
kekayaan dan panorama yang menggambarkan betapa alam ini penuh warna dan
beraneka ragam. Dimensi Humanisme seolah menandakan bahwa alam menginduksi
manusia untuk memanjakan diri,tenggelam dan euforia yang ditandai dengan proyk
imajiner seperti mengambil foto dengan moment istimewa dan mengambil sudut
pantai yang dianggap akan mewakili representasi diri dalam imaji fotografi. Dan
Teosentrisme adalah gerak yang diisi oleh manusia yang berkehendak untuk
memuja, memberi persembahan pada tuhan, dan menandai proses komunikatif
metafisika orang – orang Bali sekitar Pantai Pura Tanah Lot. Dan ada juga
tradisi Sakramen.
Masyarakat
sekitar tanah lot juga masih menggunakan adat penamaan orang bali, nama orang
bali umumnya diawali dengan sebutan yang mencerminkan kasta (wangsa) dan urutan
kelahiran. Biasanya nama depan orang bali di imbuhi nama keluarga (semacam
marga) dan urutan kelahiran. Jadi, pada umumnya orang bali bisa
diketahui dia anak berapa dari nama depannya.
Menurut
“sastra kanda pat sari” nama – nama depan khas bali itu sejatinya tidak lebih
sebagai semacam penanda urutan kelahiran sang anak, dari pertama hingga keempat
,adalah sebagai berikut :
1) Anak pertama biasanya di
beri awalan “wayan” diambil dari kata wayahan yang berarti tertua/ lebih tua.
Selain wayan ada juga “putu” dan “gede”, dua nama ini biasanya digunakan oleh
orang bali belahan utara dan barat. Sedangkan di bali timur dan
selatan cenderung memilih nama wayan. Kata “putu” itu sendiri
berarti cucu, sedangkan “gede” artinya besar/ lebih besar. Dan untuk anak
perempuan kadang di beri kata tambahan “luh”.
2) ‘ Made” diambi dari kata
madya yang berarti tengah sehingga digunakan sebagai nama depan anak kedua. Ada
juga “nengah”, “kadek” merupakan serapan dari kata adi yang kemudian menjadi
adek.
3) Anak ketiga biasanya
diberinama depan “nyoman” atau “komang” yang konon diambil dari kata
nyeman (lebih tawar) .
4) Anak keempat diawali
dengan sebutan “ketut” yanag merupakan serapan “ke + tuut” ngetut yang berarti
mengikuti.
Selain
menggunakan ketentuan dalam penamaan bali, masayarakat sekitar tanah lot juga
menggunakan pakaian adat pada saat melakukan sembahyang pakaian adat bali pria
adalah ikat kepala (destar) kain songket Saput dan sebilah Keris yang
diselipkan kepinggang bagian belakang. Sedangkan untuk wanita umumnya
menggunakan dua helai kain songket, stangen Songket dan selendang, serta
memakai hiasan bunga emas dan bunga kamboja.
Pura
Tanah Lot juga memiliki odalan (hari raya) yang dirayakan setiap 210 hari
sekali, yaitu setiap “Buda Cemeng Langkir”, berdekatan dengan hari raya
Galungan dan Kuningan. Pada saat odalan, seluruh umat Hindu dari segala penjuru
Bali akan datang untuk bersembahyang, begitu juga wisatawan akan banyak yang
datang untuk menyaksikan upacara dan keindahan Tanah Lot, akan tetapi wisatawan
tidak diijinkan untuk memasuki bagian utama (”Utama Mandala”) pura Tanah Lot,
kecuali yang masuk untuk bersembahyang. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga
kesucian pura Tanah Lot.
BAB III
PEMBAHASAN
3. 1 Pantai Pura
Tanah Lot sebagai Tujuan Wisata
Bali memiliki tempat
wisata yang cukup banyak, mulai dari tempat berbelanja, tempat rekreasi dan
yang paling terkenal yaitu wisata pantainya. Namun dari sekian banyak pantai
yang ada di bali, ada satu pantai yang paling banyak dikunjungi oleh wiasatawan
domestik maupun mancanegara yaitu Pantai Pura Tanah Lot. Kebanyakan dari
wisatwan beralasan untuk memilih Tanah Lot karena keindahan yag dimilikinya
juga keunikan yang ada. Fasilitas yang mendukung juga menjadi faktor wisatawan
memilih Tanah Lot sebagai tujuan wisata.Sejumlah fasilitas penunjang pariwisata
tersedia di sana. Mulai tempat parkir sampai pasar seni yang menjual
aneka produk kerajinan lokal, seperti kaos atau baju Bali, juga kedai minuman
dan makanan. Tanah Lot merupakan tujuan wisata favorit di Pulau Bali. Hampir
setiap wisatawan yang berlibur ke Bali, menyempatkan diri untuk mengunjungi
obyek wisata ini. Tanah Lot terkenal dengan sebuah pura yang letaknya terpisah
dari daratan, namun masih bisa dijangkau ketika air laut surut tanpa harus
menggunakan perahu, pura tersebut dikenal sebagai Pura Tanah Lot. Tanah Lot
terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam, wisatawan
biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan matahari terbenam di
sini.Juga ada beberapa alternatif tempat penginapan di area Tanah Lot ini. Alternatif
tersebut antara lain Le Meridien Golf and Spa resort, yang terdiri dari suite
dan villa atau pengunjung juga dapat memilih Dewi Sinta Restaurant dan Villa.
Pilihan vila lain adalah Sacred River Retreat. Dan dari tempat parkir menuju ke
area pura, Anda akan banyak menjumpai art shopyang menawarkan
berbagai macam kerajinan tangan yang dapat Anda jadikan untuk benda kenangan.
Serta banyak terdapat warung-warung makan dan kedai minuman.Pemandangan yang
sangat indah dan tak terlupakan dapat Anda jumpai di Tanah Lot ini. Dengan
pemandangan laut lepas, barisan buih putih pecahan ombak, deru angin, terjangan
ombak yang indah, serta karang-karang membuat suasana di Tanah Lot semakin
indah untuk diabadikan.
Tanah
Lot terkenal dengan pemandangannya yang indah. Bila cuaca cerah, kita dapat
melihat matahari tenggelam (sunset) yang sangat indah, yang dapat membuat mata
berhenti berkedip. Dijalan menuju pantai Tanah Lot banyak dijumpai penunjang
pariwisata seperti hotel, restaurant, art shop, dan lainnya. Waktu yang baik
untuk berkunjung kesana adalah pukul 16:00, jadi kita dapat melihat-lihat
pemandangan dengan tebing yang curam, pura Tanah Lot yang mengagumkan, dan
pemandangan pantai sambil menunggu sunset. Pulau Bali bisa dkatakan pulau
yang sudut-sudutnya sangat mudah dijangkau. Restoran- Restoran berskala
Nasional hingga Internasional semuanya ada di pulau ini. Makanan- Makanan khas
Bali seperti sate lilit, bebek betutu, ayam pelalah, ketan waluh, serta bubuh
injin juga dapat wisatawan nikmati di pulau ini.
3. 2 Daya Tarik
Pantai Pura Tanah Lot.
Bali
merupakan pilihan tempat wisata yang banyak diminati para wisatawan dalam
negeri maupun wisatawan mancanegara. Bali memang memiliki suasana yang sangat
religius. Wangi bunga dan dupa menjadi atmosfer di setiap sudut Pulau Bali.
Dengan orang-orang yang ramah, selalu menyambut kedatangan wisatawan.Seperti
yang kita tahu, Tanah Lot memang tempat wisata yang paling sering dikunjungi di
Bali. Dimana Tanah Lot merupakan Pura Sad Kayangan yang
terdapat di Kabupaten Tabanan.Pura ini sangat unik, karena dibangun diatas batu
karang yang sangat besar dan memiliki beragam keindahan, salah satu
keindahannya adalah wisatawan dapat melihat panorama matahari tenggelam (sunset), karena
letaknya yang menjorok ke pantai.
Banyak
hal yang menjadikan tanah lot sebagai pilihan wisatawan untuk berkunjumg
seperti :
1) Keindahan panorama
matahari tenggelam (sunset) nya yang sangat terkenal.
2) Adanya mitos – mitos dan
legenda yang masih dipercaya oleh masyarakat dan pengunjungnya.
3) Keberadaan Goa Air Suci
dan Goa Ular Suci menjadi daya tarik pengunjung.
4) Letaknya yang berada
ditengah – tengah pantai membuatnya menjadi sangat unik.
5) Budaya dan tradisi
masyarakat sekitar Tanah Lot yang masih dijaga dengan baik membuat pengunjung
tertarik untuk mengunjunginya.
Itulah
beberapa daya tarik Tanah Lot bagi pengunjungnya. Masih banyak objek wisata
yang dimiliki Bali yang dapat dikunjungi wisatawan setiap saat.Namun banyaknya
wisatawan yang mengunjungi Bali, terutama wisatawan asing dapat
mengancamkelestarian tradisi dan budaya Bali. Oleh karenanya untuk menjaga dan
melestarikan budaya dan tradisi Bali masyarakat dan pemerintah Bali harus
menjaga kawasan – kawasan suci bali, mengembangkan dan menata dengan baik
tempat – tempat suci yang ada di seluruh Bali, memberikan apresiasi dan
menghargai orang – orang yang menjaga dan turut aktif melestarikan budaya Bali.
BAB IV
PENUTUP
4. 1 Simpulan
Setelah menyusun karya
tulis ini, penulis menyimpulkan :
1) Pulau Bali sangat terkenal
di dunia internasional karena memiliki keindahan alam dan seni budaya yang
sangat menarik, serta masyarakat Pulau Bali dapat bersatu dengan alam Pulau
Bali.
2) Meskipun Tanah
Lot banyak dimasuki oleh orang asing, tetapi masyarakat sekitar
Tanah Lot dapat terus menjaga kebudayaan asli mereka.
3) Pantai Pura Tanah Lot
memiliki Daya Tarik tersendiri bagi pengunjungnya.
4) Masyarakat sekitar Tanah
Lot masih bisa menjaga tradisi dan budayanya di era globalisasi seperti ini.
5) Pantai Pura Tanah Lot
merupakan aset daerah yang dapat meningkatkan pendapatan daerah juga dapat
menambah devisa negara karena tanah lot tidak pernah sepi akan pengunjung.
6) Salah satu cara
melestarikan budaya dan tradisi sekitar masyarakat sekitar Tanah Lot dengan
cara menjaga kawasan – kawasan suci Bali dan memberikan apresiasi bagi para
pelestari budayanya.
4. 2 Saran
1) Mempromosikan obyek wisata
yang ada di Pulau Bali terutama Pantai Pura Tanah Lot agar lebih banyak lagi
wisatawan mancanegara datang ke Indonesia dan dapat menambah devisa
negara.
2) Pengunjung objek wisata
Pantai Pura Tanah Lot harus menjaga kebersihan objek wisata tersebut dan tidak
merusaknya.
DAFTAR PUSTAKA
http://install-dika.blogspot.com/2013/02/daya-tarik-wisata-tanah-lot.html?m=1

0 komentar: